Renungan Harian

Taat Sampai Mati

Author : Rm Archimandrite Daniel Byantoro | Sat, 21 April 2018 - 15:02 | visits : 616

Taat sampai mati adalah jalan yang dipakai oleh Kristus untuk menjadi penebus dosa manusia sehingga manusia bisa dilepaskan dari dosa, Iblis, dan maut. Melalui Bunda Maria, seorang perawan, Dia diutus Bapa untuk berinkarnasi, mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Melalui sebatang kayu salib yang besar dan berat, Dia memikul salib sampai bukit Golgota. Melalui kematian di atas kayu salib, Dia mengalahkan kematian Adam menjadi kehidupan yang kekal. Inkarnasi, Penyaliban, dan Kematian Kristus dikerjakan oleh Kristus dalam ketaatan sampai mati. Taat sampai mati adalah harga pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa, Iblis, dan kematian. Taat sampai mati adalah kasih Kristus kepada manusia.

Sekarang Kristus telah mewariskan ketaatan itu kepada kita sehingga Kristus memerintahkan kepada kita untuk menjadi seperti Dia. Menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Kristus. Kita juga harus taat sampai mati seperti Kristus taat sampai mati. Rasul Yohanes menuliskan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yoh 3:2,16) Taat sampai mati dalam memikul salib, menyangkal aku, dan mengikut Kristus adalah jalan salib menuju Golgota yang telah diubah Kristus menjadi kehidupan bukan kematian lagi. Ini adalah jalan menuju Kristus. Ini adalah pertumbuhan atau pemurnian menjadi semakin serupa Kristus. Ini adalah jalan mencari, memikirkan, dan melakukan perbuatan Kristus. Ini adalah jalan atau pintu masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kita tahu bukan jalan yang lebar dan pintu yang luas tetapi jalan yang sempit dan pintu yang berdesakan. Ini adalah jalan salib atau penderitaan.

Taat sampai mati dalam Kenosis di jalan salib demi mengikut Kristus adalah perjuangan, perlombaan, askesis, penderitaan, bersusah-susah sampai mencucurkan darah (mati) seperti yang dialami oleh para Rasul (misal Rasul Paulus di dalam Fil 2:16-17). Ini memang jalan yang sangat berat. Mengapa berat? Ketaatan kepada Kristus adalah hal yang paling berat dan kegagalan manusia yang paling utama. Ada nafsu daging yang terus berlawanan dengan Roh dan batin kita (Gal 5:16-17). Yang kita inginkan adalah keinginan Roh tetapi yang kita lakukan justru keinginan atau nafsu daging. Semakin besar keinginan Roh di dalam batin maka semakin besar pula kedagingan itu. Inilah salah satu perjuangan berat kita untuk taat pada Roh bukan pada daging (nafsu). Nafsu daging dan Iblis selalu menjadi musuh dan kekuatan besar yang membuat kita menjadi dosa atau tidak taat kepada Allah. Apakah dengan demikian kita tidak ada harapan untuk taat?

Sebetulnya di dalam diri orang beriman telah mewarisi benih ilahi (God's seed). Rasul Yohanes menuliskan, "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah" (1 Yoh 3:9). Kristus yang taat sampai mati itu dalam wujud daging dan darah-Nya yang mati dan bangkit itu telah menjadi benih dan dipersatukan dengan benih iman kita sehingga secara spiritual kita dilahirkan baru oleh Allah menjadi anak-anak Allah. Dilahirkan dari Allah melalui benih Kristus dan iman kita sehingga kita mewarisi genetiknya Kristus. Itulah sebabnya ada Kristus di dalam kita dan kita di dalam Kristus (Yoh 6:54-56). Ada kekuatan Kristus yang diwariskan atau diturunkan di dalam diri anak-anak Allah. Ada benih ilahi yaitu iman kita dan daging dan darah Kristus yang menjadi kekuatan kita untuk mengalahkan dosa atau ketidaktaatan itu. Sehingga kata Rasul Yohanes kita punya "Duynamis" untuk tidak berbuat dosa atau kita punya Dynamis untuk hidup TAAT karena ada benih ilahi tadi. Tanpa Kristus di dalam kita maka mustahil kita bisa melalui jalan salib itu sampai mati. Tanpa benih ilahi maka kita tidak bisa taat sampai mati. Tanpa kekuatan Kristus yg diwariskan kepada kita sebagai anak-anak Allah tidak mungkin kita bisa memikul salib, kenosis, dan ikut Kristus. Sehingga betul yang dikatakan oleh Rasul Yohanes kita harus dilahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah mewarisi benih ilahi itu.

Yang harus kita kerjakan supaya taat sampai mati dalam mengikut Kristus dan jalan salib itu adalah mengerjakan (working out) atau mengeluarkan kekuatan Kristus itu dari dalam diri kita dan inilah yang oleh Rasul Paulus sebut mengerjakan keselamatan atau working out your salvation (Fil 2:12-17). Apa yang harus kita keluarkan atau kerjakan? Yaitu keselamatan itu. Apa itu? Yaitu kesatuan kita dengan Kristus tadi dalam wujud benih iman dan daging dan darah Kristus itu. Itulah kekuatan Kristus yang tersimpan di dalam diri kita. Itulah benih ilahi yang harus kita keluarkan. Itulah kekuatan atau dunamis kita untuk taat. Kristus telah taat maka kekuatan taat itu ada dalam diri kita sekarang sebagai anak-anak Allah. Kristus telah mengalahkan dosa apa pun di dunia maka kekuatan itu juga telah ada di dalam diri kita sekarang. Jadi, kita pun bisa hidup seperti Kristus hidup karena Dia ada di dalam kita (1 Yoh 2:6). Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yoh 2:6).


Group

Top